Selamat Jalan, Sang Pemberi Cahaya Negeri
In Memoriam Rachmad Gobel
10 Juli 2026
Hari ini,
langit Indonesia
seakan menurunkan cahaya
dengan cara yang berbeda.
Bukan karena matahari enggan bersinar,
melainkan karena
seorang putra terbaiknya
telah pulang
ke pangkuan Sang Pencipta.
Rachmad Gobel...
namamu bukan sekadar
tercatat dalam lembar sejarah,
tetapi hidup
di antara denyut pabrik,
keringat para pekerja,
dan harapan yang tumbuh
di negeri ini.
Engkau mewarisi bukan hanya
sebuah perusahaan,
tetapi amanah,
bahwa industri harus memanusiakan,
bahwa kemajuan
harus menghadirkan kesejahteraan.
Dari Gorontalo,
akar itu menjulang.
Tak pernah kau lupakan
tanah leluhur
yang melahirkan darahmu.
Engkau kembali
membawa cahaya,
hingga adat pun menyematkan
gelar yang begitu agung—
Ti Bulilango Hunggia,
Sang Pemberi Cahaya Negeri.
Cahaya itu
tak hanya menerangi kampung halaman,
tetapi menjalar
ke ruang-ruang kebijakan,
ke parlemen,
ke kementerian,
ke setiap ikhtiar
membangun Indonesia
dengan kerja,
bukan sekadar kata.
Kau percaya,
teknologi adalah jembatan,
pendidikan adalah akar,
inovasi adalah jalan,
dan persahabatan antarbangsa
adalah pintu
menuju masa depan.
Engkau menjahit
Indonesia dan Jepang
dengan benang kepercayaan.
Membangun industri,
merawat budaya,
dan mengangkat martabat bangsa
di mata dunia.
Kini...
langkah itu telah berhenti.
Namun cahaya
tak pernah benar-benar padam.
Ia tinggal
dalam setiap pabrik yang terus berdenyut,
dalam setiap anak muda
yang berani bermimpi,
dalam setiap tangan pekerja
yang mencari nafkah dengan kehormatan,
dan dalam setiap putra Gorontalo
yang percaya
bahwa dari timur Indonesia,
seseorang dapat menerangi negeri.
Selamat jalan,
Putra Gorontalo.
Terima kasih
atas keteladanan,
atas kerja yang tak mengenal lelah,
atas cinta kepada bangsa,
dan atas keyakinan
bahwa Indonesia
akan selalu besar
selama masih ada
orang-orang
yang bekerja dengan hati.
Semoga Allah SWT
melapangkan alam kuburmu,
mengampuni segala khilafmu,
menerima seluruh amal baktimu,
dan menempatkanmu
di sisi para hamba pilihan-Nya.
Namamu akan tetap hidup,
bukan hanya dalam buku sejarah,
tetapi dalam cahaya
yang terus menyinari negeri.
Al-Fatihah.