SEPUTIH APA BANGSA INI
Puisi : Erfan Soesanto
Tidak sekadar memberi penghormatan pada sang saka
Tidak sekadar menghafal sila-sila Pancasila
Bhineka Tunggal Ika bukan pula prasasti semata
Undang-Undang Dasar 45 juga bukan lembaran kata yang merana
Jangan bandingkan Indonesia dengan negara jiran
Jangan samakan dengan negara yang lebih dahulu mengalami kemajuan
Keragaman budaya dan bahasa adalah keunikan
Ribuan pulau limpahan kekayaan
Negeri yang kita pijak adalah kampung halaman
Di sana kita dibesarkan
Dengan keluhuran dan kesantunan
Alam menghadirkan kekaguman
Ibu pertiwi beratus tahun mengalami penderitaan
Penjajahan yang menyengsarakan
Putra putrinya tidak tinggal diam melawan
Berkorban berjuang hingga tetes darah penghabisan
Lantunan Indonesia Raya membangkitkan kecintaan
Kibaran merah putih menjelma keperkasaan
Kala pekik Merdeka diucapkan
Di setiap pertarungan bangkitkan nasionalisme kebangsaan
Terkadang situasi menjadi kebalikan
Lakon memainkan banyak peran
Menjurus terpecahnya ikatan
Saling menyerang dan menjatuhkan
Akankah ada secerah harapan
Ketika kemerdekaan tak lagi ditanamkan
Saling menggunjing tanpa perasaan
Martabat dan harga diri dilacurkan
Seputih apa bangsa ini jika tiap hari kau lekat noda hitam
Sampai kapan kawan mencabik-cabik kawan
Semakin keruh hingga aku tak punya keyakinan
Sampaikah Indonesia pada tujuan yang diidamkan
Memaknai kemerdekaan bukan sebuah ketulusan
Ataukah karena terpendam kekayaan
Keserakahan lebih diagungkan dari sekadar pengabdian
Uang dan jabatan menjadi acuan menggapai kemenangan
Tunggu saja kala anak cucu melawan
Lebih beringas dari yang diperkirakan
Jejak moral tak ditinggalkan
Hilang cermin kepribadian
Pasuruan
11072026/08:55