MUAK MEMANDANGNYA
Puisi : Erfan Soesanto
Kabar angin tak membawa kejelasan
Membingungkan tak bisa dijadikan acuan
Mundur atau bertahan
Terdengar simpang siur pemberitaan
Drama terbaru sedang diskenariokan
Polemik dihamparkan
Media menyusun narasi pemberitaan
Berbagai sudut pandang diperbincangan
Korupsi mendesir berulangkali
Tak jera liar menggerogoti
Berprasangka baik selalu kuikuti
Tetapi kini tak tahan lagi
Mengumpat di hati kuakui
Berkoar tak berani
Pena menari seraya sedih tiada terperi
Korupsi...korupsi lagi
Aturan tersusun rapi
Sudah disepakati
Sanksi tertera pasti
Masihkah belum dipahami
Jika aku orang awam wajar dimaklumi
Keterlaluan bagi penegak hukum yang tak mengerti
Apreasi apa jika seperti ini
Sedih dan malu wajah ibu pertiwi
Kekayaan telah mengesampingkan hukuman
Halal dan haram bukan ukuran
Pahala dan dosa hilang nurani kesadaran
Semua diterjang demi meraup keuntungan
Menegakkan hukum seperti apa
Jika pejabatnya melacur di sana
Apa karena punya ruang kuasa
Bermain petak umpet seenaknya
Muak...muak memandangnya
Sebatas meringkas kata
Tanpa mampu mendobrak bobroknya
Hanya kecemasan mendera jiwa
Pasuruan
12072026/10:38