Banggai Kreatif

MARWAH NEGERI DISANDERA

12 Jul 2026 Oleh Oka Swastika Mahendra

_1_
Para manggala saling menghunus senyum,
para ksatria berseteru memperebutkan podium,
sedang bau busuk anggaran berembus dari lorong belum diumum.

_2_
Satu menunjuk tangan yang lain,
yang ditunjuk membuka aib bergantian,
rakyat menonton seperti wayang tanpa dalang yang berani menamatkan lakon.

_3_
Saat pesta demokrasi.
Minyak goreng dibagi, beras ditabur, gula dipanggul, mi instan dipamerkan,
esok lumbung dapur kembali lengang,
sementara perut negeri tetap dipotongi diam-diam.

_4_
Di podium mereka berseru: demi rakyat!
Di balik meja jemari diam-diam _*ngunthet*_ bagi perut sendiri,
kebijakan dipoles menjadi cermin penutup retak nurani.

_5_
Tim hore menabuh genderang pujian,
buzzer menjual marwah negeri dicaci maki, demi upah harian,
kebenaran ditimbang oleh ramai, bukan oleh nurani.

_*6*_
Negeri kaya berpeluh di atas tambang, sawah, laut, dan hutan,
namun bocor oleh kerakusan yang pandai berganti program,
hingga rakyat akrab dengan janji yang selalu ditunda musim panen.

_7_
Korupsi bukan sekadar tangan mencuri,
ia menjelma tepuk tangan, diam yang dibeli, dan lidah yang disewa,
menggerogoti tiang rumah bernama republik sedikit demi sedikit.

_8_
Padahal marwah bangsa bukan baliho raksasa,
bukan pula pidato gurih dibumbui tepuk gemuruh,
melainkan keberanian menjaga amanah ketika tak ada kamera menyorot.

_9_
Bangkitlah, wahai negeri, bersihkan singgasana dari debu kepentingan,
biarkan hukum berdiri setinggi langit tanpa memilih kawan maupun lawan,
agar ksatria kembali menjaga rakyat, dan marwah Indonesia pulang ke pangkuan.

Jogjakarta, 12 Juli 2026

Audio
Dengarkan Karya Ini
Narasi oleh Oka Swastika Mahendra
0:00 0:00
O

Ditulis oleh

Oka Swastika Mahendra

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Karya Ini