Banggai Kreatif

Ken Dedes

13 Jul 2026 Oleh Rastono Sumardi

Di tanah Jawa ketika fajar merekah,
langit seolah menaburkan cahaya.
Lahirlah seorang putri,
yang kecantikannya bukan sekadar dipandang mata,
melainkan memancarkan keteduhan jiwa.

Wajahnya bening laksana embun
yang berkilau di pucuk daun.
Tatap matanya menyimpan kebijaksanaan,
senyumnya menghadirkan ketenteraman,
tutur katanya selembut angin pegunungan,
namun menguatkan setiap hati yang mendengarnya.

Keelokan paras hanyalah anugerah,
sedangkan keluhuran budi
adalah mahkota yang sesungguhnya.
Ia mengajarkan kasih tanpa pamrih,
kesabaran tanpa keluh,
keteguhan tanpa kesombongan,
serta kebijaksanaan yang memeluk setiap insan.

Ken Dedes...
Ibu para raja...
Namamu abadi di bumi Nusantara.
Dari Singosari
hingga kejayaan Majapahit,
cahayamu tetap menuntun zaman.

Jejak langkahmu
tak pernah pudar ditelan waktu.
Terukir abadi
dalam lembar-lembar sejarah.

Engkau bukan hanya perempuan tercantik
yang pernah dipuji pada zamannya,
tetapi perempuan yang menjadikan
kemuliaan akhlak
lebih indah daripada mahkota emas.

Dari rahimmu lahir harapan,
dari kebijaksanaanmu tumbuh peradaban,
dan dari keteladananmu
bangkit martabat sebuah bangsa.

Waktu berganti...
zaman terus berlalu...

Namun namamu
tetap hidup
di setiap denyut sejarah Nusantara.

Menjadi teladan
bagi perempuan yang menjaga kehormatan.

Menjadi keberanian
bagi mereka yang menegakkan kebenaran.

Menjadi cahaya
bagi anak-anak negeri
yang menggapai cita
setinggi mentari.

Ken Dedes...

Perempuan mulia...
Lambang keanggunan...
Cermin kebijaksanaan...
Pelita sejarah...
Penjaga martabat Nusantara...

Namamu akan tetap bergema,
selama tanah Jawa
menembangkan kidung leluhurnya,
selama gamelan
masih ditabuh dengan penuh hormat,
dan selama anak bangsa
menjunjung tinggi
keluhuran budi,
kehormatan,
serta warisan para pendahulunya.

Luwuk, 13/07/2026

Audio
Dengarkan Karya Ini
Narasi oleh Rastono Sumardi
0:00 0:00
R

Ditulis oleh

Rastono Sumardi

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Karya Ini