DOA TERAKHIR BUAT INDONESIA
sebentar hari lagi
kau merayakan hayat
kemerdekaan
perayaan kebebasan
yang ditebus
darah pejuang
dan ingat menebal
pada air liur
pengkhianat
masih menetes
di dinding sejarah
betapa pedih
dilukai saudara sendiri
kini
akan kupanjatkan
doa terakhir ini
buatmu indonesia
setelah itu
semoga kau tetap ada
di peta bumi
karena
penyamun
telah jadi kuasa
yang diam-diam
mengangkut hartamu
lalu menguncinya
di lemari besi
yang pintunya
berbingkai
kutipan kitab suci
di ujung malam
kupanjatkan
doa pertama
untuk bangsaku
semoga tetap jaya
karena
sedikit saja lagi
yang bangga memilikimu
selebihnya pura-pura
kupanjatkan
doa kedua
untuk tanah airmu
semoga
tanah yang sudah luka
kembali ramah
memberi hijau
embun
dan bau hujan
sungai-sungai
menemukan lagi
mata airnya
dan keserakahan
tak lagi
memberi abu
pada hutan
menjatuhkan derita
ke bumi
kupanjatkan
doa ketiga
untuk lagu kebangsaan
indonesia
tanah airku
tanah tumpah darahku
di sanalah aku berdiri
jadi pandu ibuku
tidak hanya
bergetar di bibit
tetapi menyala
di dada
dan
doa terakhirku
tetap buatmu indonesia
bukan lagi
buat mereka
yang lupa
mengapa negeri ini
harus tetap berdiri
Palembang | Indonesia
17 Juli 2026