CINTA DAN KEGELAPAN
Syair Lagu: Rizal Tanjung
Di taman senja wajahmu mekar,
mawar bulan di musim cahaya,
hatiku burung yang terjerat layar,
pada pesona yang memanggil asmara.
Di bawah pohon yang menyimpan waktu,
bulan menggantung seperti doa,
jemarimu sungai yang kutemui selalu,
mengalirkan cinta ke muara jiwa.
Rambutmu angin dari langit muda,
menyapu wajah dengan nyanyian sunyi,
malu bersemi di kelopak rasa,
saat hasrat dan cinta menyalakan api.
Namun musim tak selamanya berbunga,
kemiskinan datang seperti kabut kelam,
dan cinta yang dulu tinggal di dada,
terbang menjauh bersama malam.
Ketika fajar membuka mata,
hanya sepi duduk di sisiku,
gelap menjelma lautan tanpa cahaya,
menenggelamkan namamu dalam kalbu.
Oh takdir, jangan ukir badai,
pada jalan yang telah rapuh kulalui,
sebab yang tersisa dari cinta ini,
hanyalah air mata dan bayang-bayang sunyi.