SENYUMLAH SEKALI
Senyumlah sekali, wahai fajar yang singgah,
biar musim berganti di taman jiwa.
Kelopak-kelopak waktu yang gugur ke bumi,
menjadi harum kenangan dalam sunyi.
Masa muda berlayar di perahu awan,
membiarkan bintang tertidur di pelukan malam.
Matamu anggur senja yang memabukkan langit,
menggetarkan ombak rindu di bibir yang merekah.
Senyumlah sekali, hanya sekali,
agar dunia lupa pada luka sendiri.
Senyumlah sekali, hanya sekali,
seperti pantai memeluk ombak yang kembali.
Rambutmu angin yang tersesat di musim bunga,
menari-nari di wajah waktu yang renta.
Dalam riuh kegilaan alam dan cinta,
aku menemukan arah pada cahaya matamu.
Mari hitung bintang yang jatuh ke dada malam,
meski damai tak selalu singgah dalam genggaman.
Cinta adalah api yang belajar menjadi nyala,
membakar hati agar mengerti makna cahaya.
Senyumlah sekali, wahai rupawan,
sebelum pagi menutup tirai kenangan.
Senyumlah sekali, hanya sekali,
dan abadikan semesta dalam sekejap pelangi.