Beri Aku Kesempatan
Aku tiba di kotamu bagai angin pengembara,
mengetuk senja yang terlelap di jendela waktu.
Berilah aku satu musim untuk bersua,
meski hanya sekejap di pelabuhan rindu.
Beri aku kesempatan bertemu sekali saja,
agar kunang-kunang yang tersesat di mataku pulang bercahaya.
Biarkan hujan jatuh dari bulu-bulu malam,
dan segala yang kupendam menemukan namanya.
Ke mana harus kucari jejak bayangmu,
di lorong kabut atau di tepian bulan yang layu?
Air mata telah kupintal menjadi kalung sunyi,
menggantung di dada langit yang kehilangan biru.
Beri aku kesempatan bertemu sekali saja,
untuk menyampaikan luka yang berlayar tanpa dermaga.
Dengarkan bibirku yang gemetar seperti daun,
diterpa angin cinta yang tak kunjung reda.
Wahai hati yang singgah namun tak menetap,
mengapa kau menyalakan api lalu meninggalkan asap?
Izinkan aku mengajukan satu pertanyaan,
sebelum senja menutup seluruh percakapan.
Beri aku kesempatan bertemu sekali saja,
sebelum rindu menjelma batu di dasar jiwa.
Jika perpisahan memang takdir yang kau bawa,
biarkan aku tahu jawabannya untuk selamanya.