Ketika Langit Mengunyah Namamu
Langit hari itu kelaparan.
Ia meremukkan namamu di rahang cuaca,
seperti gubuk tua yang roboh di kala senja
Kau menatapnya dan langit tersedak.
Sebab namamu menyimpan rasa
yang tak diajarkan pada badai.
Hujan jatuh gagap,
ludah ingatan yang dipaksa hidup kembali.
Kau mengusap keringatmu
meneriakkan peringatan:
jika kau hendak menghancurkanku,
lakukan tanpa ragu.
Langit membisu, awan pecah dari dalam.
Dunia tahu: kau bukan alamat yang mudah dicapai
oleh murka dan ketakutan yang dipaksa.
–
Padang, Sumbar , NKRI, 2015
Puisi di atas merupakan salah satu dari Kumpulan Puisi Leni Marlina: “Ketika Langit Mengunyah Namamu” Kumpulan puisi selengkapnya dan pertama kali terbit dapat dilihat di https://negerinews.com/sastra/sastra-indonesia/kumpulan-puisi-leni-marlina-ketika-langit-mengunyah-namamu/
Musik : Banggai Kreatif