Di atas kertas angka membusuk perlahan, Anggaran hilang jadi asap berterbangan. Beras rakyat habis hingga ke akar padi, Sementara pesta tak pernah berhenti.
Katanya negeri ini kaya raya, Namun mangkuk tua kosong di tepi jalan. Sekolah dipangkas, obat ikut menghilang, Orang kecil membayar beban yang datang.
Jalan desa retak tak kunjung sembuh, Sawah mengering menahan keluh. Air bersih menjadi barang mewah, Siapa lagi mendengar jerit yang pasrah?
Oh... tikus-tikus kerah putih menari, Menghitung untung di atas luka negeri. Mereka tertawa, rakyat menangis sepi, Menggadaikan hati demi ambisi.
Oh... sampai kapan semua terjadi? Keadilan hilang entah ke mana pergi. Jika nurani masih hidup di dada, Bangkitlah, jangan biarkan bangsa terluka.
Korupsi bagai racun di sumur tua, Meracuni harapan setiap keluarga. Harga beras naik menyayat dapur, Asap pun enggan singgah di tungku.
Satu piring nasi dibayar keringat, Tak tahu esok masihkah selamat. Sekolah roboh, mimpi ikut runtuh, Anak negeri tumbuh dalam keluh.
Istana megah berdiri menjulang, Dari proyek yang dipenuhi bayang. Mobil mewah melintas perlahan, Sementara rakyat menahan lapar.
Oh... tikus-tikus kerah putih menari, Menghitung untung di atas luka negeri. Mereka tertawa, rakyat menangis sepi, Menggadaikan hati demi ambisi.
Oh... sampai kapan semua terjadi? Keadilan hilang entah ke mana pergi. Jika nurani masih hidup di dada, Bangkitlah, jangan biarkan bangsa terluka.
Mengapa hukum tajam ke bawah, Namun tumpul saat kuasa bersuara? Ada tangan saling menggenggam, Menyembunyikan dusta di balik senyuman.
Rasa malu telah lama dijual, Keserakahan menjadi mahkota. Selama hati memilih gelap, Tarian mereka tak akan lenyap.
Oh... tikus-tikus kerah putih menari, Di lantai penuh noda negeri ini. Namun harapan tak boleh mati, Selama masih ada suara berani.
Bangkitlah bersama menjaga negeri, Jangan biarkan mimpi dicuri lagi. Karena Indonesia lebih berharga, Daripada harta yang mereka bawa.
Suatu hari fajar akan tiba, Saat kejujuran kembali bernyawa. Dan tikus-tikus yang menari pongah, Akan berhenti di hadapan sejarah.