ACEH NAN RINDU DAMAI
Jauh di ujung Sumatera yang damai,
Berdiri tanah para wali dan ureuëng prang.
Desiran angin laut membawa zikir nan tenang,
Bumi itu bernama Aceh, Serambi Makkah .. aduhai.
Saat di bawah langit orang tegak berdiri
Terbentang luas bumi tempat orang berbagi
Beda warna, beda bahasa kaya cerita
Namun satu jiwa, satu hati dan satu cinta
Kini kulihat, engkau sedang bimbang
Karena saudara punya ambisi gila..!
Rela mengorbankan kejayaan Serambi Makkah
Rakyat kembali dikorbankan…
Lupakah kalian pada Cut Nyak Dien, lepaskan dari belenggu penjajah
Desingan peluru kolonial berdesing tumbangkan nyawa
Belum lagi sejarah panjang GAM lantakkan kedamaian
Gelombang besar setinggi awan, pernah Tuhan kirim agar sadar
Semuanya membawa pesan peringatan
Mari kita genggam erat tangan sesama
Tak perduli siapa dari mana asalnya
Hargai setiap tawa dan setitik duka menganga
Jika hanya kecewa…
Mengapa harus lepas tali ikatan
Mengangkat senjata bukan cara ceudah
Tinggalkan ego dan prasangka
Buka hati untuk saling sapa dan islah
Indonesia…diatas segala
Aceh, negeri istimewa bukan negara
Jangan relakan seperti Timor Leste negeri sebelah
Wahai ureuëng Nanggroe…
Disana, kalian pemilik segalanya
Bukan bangga naiikkan bendera GAM diatas “Baiturrahman”
Itu penghinaan tempat Tuhan
Kembalikan Nanggroe Darussalam
Tegakkan hukum adat dalam syari’at
Karena qonun bersyari’at adalah bahasa Tuhan
Jaga dan rawat agar terjalin ukhuwah basharyiah dan wathaniyah.
Pasuruan, 17 Agustus 2026