Banggai Kreatif

MERAPUH TANPA RASA BANGGA

22 Aug 2026 Oleh Erfan Soesanto

Seikat kata ditebar pada ladang berfrasa
Bait sajak telah di tanam benih aksara
Saatnya bagaimana menata
Indah tidaknya tergantung seberapa elok punya rasa

Angin berhembus menerpa 
Gumpalan awan lukis angkasa
Sang surya menembus bilik  celah
Terangi lorong yang sedari tadi gulita

Alam Pertiwi hadirkan nuansa 
Tumbuh subur beragam flora dan fauna
Mengalir mata air  menuju muara
Gugusan gunung berbaris semarak pesona 

Kekaguman tiada terkira
Zamrud khatulistiwa  tertoreh di sana
Hamparan mulai berubah bentuknya
Menjulang menara mencakar buana

Gelisah mengoyak kata
Mulai merapuh tanpa rasa bangga
Sungai jernih kini ternoda
Menjadi buangan limbah mereka

Jengah untaian merebak murka
Hanya lewat barisan menista
Selebihnya hanya keajaiban merubahnya

Entah di sudut mana alam belum terjamah serakah manusia
Di hutan mana populasi hewan  tumbuhan masih terjaga
Tatkala kebutuhan manusia mulai terusik suasana

Alam akan menjaga sekitarnya
Apabila peduli  kelestariannya
Jika tak acuh tentang lingkungannya
Alam juga bisa murka

Pasuruan
20082026/07:42

Audio
Dengarkan Karya Ini
Narasi oleh Erfan Soesanto
0:00 0:00
E

Ditulis oleh

Erfan Soesanto

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Karya Ini