Aksara Perpisahan
Di antara jeda sunyi yang tak terucap, kita pernah menjadi entitas yang saling menggenggam jiwa lebih erat daripada takdir menggenggam waktu.
Kau adalah denting yang membuat nadiku hidup, Aku adalah ruang yang menampung seluruh lukamu, Dalam pelukan yang rapuh itu kita berdua pernah percaya, Semesta akan luluh jika kita saling memilih tanpa ragu.
Tapi kenyataan dan ego telah menjadi pisau, Menorehkan garis pemisah, Di antara dua jiwa yang saling mencari, Dua hati yang terus saling memanggil Bahkan saat mereka sedang saling melepaskan.
Kini kita adalah dua aksara yang berbeda, Menjadi dua bayang yang pernah bersinggungan, Namun kini menjauh membawa serpihan satu sama lain yang mungkin tak pernah bisa dikembalikan.
Dan hingga aksara terakhir ini jatuh, Engkau tetap menjadi sejarah yang tak pernah pudar, Sementara aku terus menunggu waktu dalam sunyi Sampai akhirnya semuanya harus terlepaskan.
_Anchu