Pulang ke Kopi
orang-orang menyembunyikan diri
dari kepedihan penat kota
mereka ke warkop, kedai, dan kafe
bercengkerama lama-lama
lamat-lamat tenggelam dalam hitamnya kopi
biar tidak terlihat air matanya sepi
mereka berkelana sebagai pekerja
membawa koper hatinya nan compang
pada secangkir kopi semuanya tumpah
setangkup harap membuncah
begitu tegukan pertama bersenyawa
kopi bagai ruang pulang
ia setia menerima apa yang datang
selalu saja kaki pergi
tetapi pikiran kembali ke kopi
entah dengan siapa
entah tanpa siapa-siapa
kopi adalah misteri diri
di dalam hitamnya nyaman melingkupi
Gowa, 1 September 2026
*) Rusdin Tompo, lahir di Ambon, 3 Agustus 1968. Menulis puisi, esai, dan reportase. Sudah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi. Merupakan inisiator Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan