GADIS DI JALAN BISU - BAGIAN 3
di ujung senja ketika langit memucat biru
dalam gerimis yang renggang, aku menemaninya mengubur pesona
burung merak hijau kebanggaan mati
kulihat bibirnya lebih bersahaja
garis bibirnya lebih sederhana - aku suka
ia taburi makam dengan mawar, lalu membaca puisi, rautnya lebih teduh
kini aku melepasmu, takdir menyudahi perjumpaan kita
lukisan abadi pada sayap-sayapmu pupus
segala warna lenyap
keindahanmu nisbi
seperti juga aku, kekasihku, pinus, kaktus, tulsi, beringin, teratai akan terurai
melepas bukan meniadakan
tetapi melupakan dengan sabar
sejenak aku tertegun
aku mendekatimu
segenap keberanian kukumpulkan untuk menggenggam jemarimu
kau mengangguk
berjalan beriring
meninggalkan:
tanah basah
gerimis
kelopak mawar yang mulai diterbangkan angin
kenangan
makam
tempat kau - aku
kembali
membawa
puisimu
berpigura putih
Palembang | Indonesia
4 September 2026