NU: Merawat Tradisi Jangan Runtuhkan Legitimasi
1926, pertama Nahdlatul Ulama berdiri tegak
Santun dan berkebangsaan menjaga kesatuan
Toleransi, saling menghargai menjadikan organisasi ini melampaui negeri
Ratusan juta orang tak hanya memadati ruang sendiri tetapi luar negeri
NU..
Bukan saja jam’iyyah,
Dia adalah gerakan kultur yang melambungkan nama tidak saja mu’assisnya
Tetapi juga harkat dan martabat bangsa Indonesia
Andaikan bermimpi Indonesia sirna tanpa peradaban
Hancurkan Nahdlatul Ulama bukan dengan perang aqidah
Susupkan mereka ke dalam sendi-sendi tradisi yang katanya mengakar
Tebarkan isu panas berbau angin surga
Runtuhkan tiang-tiang penjaga kekuatan moral
Dengan segenggam janji dunia dan cuan
Ohhh…
Benarkan ini sudah terjadi
Para kyai penjaga langit tengadahkan doa, mohon ampunan
Para mu’assis tak setenang dulu berbaring
Mereka menangis melihat suguhan najis dalam megahnya panggung tipuan
Cukup…
Hentikan…
Nahdlatul Ulama akan berhaluan salah, dengan cara-cara cuan
Kembalikan pada ruh jalannya yang benar
Ahlu sunnah wal jamaa’ah, tidak saja I’tiqad tetapi kebenaran
Kebenaran tanpa harus ada uang dan tambang
Nahdlatul Ulama tak akan hina
Ia lahir dan tumbuh tuk mengangkat kehinaan
Memuliakan Islam diatas aqidah yang benar
Nistalah kalian, berani menghinakan ulama
Kami tak ragu..
Hijau bendera-mu tetap berkibar membawa damai
Pasuruan, 3 September 2026