Banggai Kreatif

Sastra sebagai Cermin Kemanusiaan: Refleksi dari Kolaborasi Puisi Erfan Soesanto dan Rastono Sumardi

06 Sep 2026 Oleh Akaha Taufan Aminudin

Oleh :  Akaha Taufan Aminudin (Ketua Satupena Jawa Timur)

Video ini menghadirkan sebuah dialog puitis yang mendalam antara dua penyair, Erfan Soesanto dari Pasuruan dan Rastono Sumardi dari Banggai. Melalui kolaborasi dengan Banggai Kreatif, keduanya tidak sekadar membacakan bait-bait kata, melainkan merangkai sebuah perjalanan batin yang menyentuh aspek-aspek paling fundamental dari kehidupan manusia.

Kritik terhadap Kepura-puraan dan Ambisi
Salah satu benang merah yang sangat kuat dalam karya mereka adalah kritik terhadap kemunafikan modern. Dalam puisi seperti Mandi Kepura-puraan (20:50), Rastono menyoroti bagaimana masyarakat sering terjebak dalam "sabun slogan" dan "iklan" yang membilas luka namun tidak benar-benar membersihkan nurani. Senada dengan itu, Erfan melalui Melacur Diri dalam Bingkai Dusta (17:24) mempertanyakan keberanian kita untuk tetap jujur di tengah gemerlap materi yang sering kali merusak niat suci.

Spiritualitas dan Pencarian Makna
Di tengah hiruk-pikuk dunia, kedua penyair ini mengajak pendengar untuk menepi sejenak. Ketika Kita Pulang (5:44) adalah sebuah pengingat eksistensial bahwa segala jabatan, harta, dan kuasa hanyalah titipan yang tidak akan dibawa saat ajal menjemput. Puisi ini menjadi pengingat bahwa tujuan akhir dari setiap perjalanan manusia adalah kembali kepada Ilahi dengan membawa bekal amal yang nyata.

Harapan untuk Ibu Pertiwi
Meskipun banyak membedah sisi gelap kehidupan, esai visual ini tidak berakhir pada keputusasaan. Bukan Negeri Kutukan (38:13) dan Bagaimana Wajah Ibu Pertiwi (25:34) menyiratkan bahwa harapan akan selalu ada selama kejujuran masih dihidupkan. Sastra di sini berfungsi sebagai kompas—ia menunjukkan di mana letak kerusakan, sekaligus menunjuk jalan kembali menuju ketulusan dan persatuan.

Daftar Karya dalam Kolaborasi:
1. Merias Bait - Erfan Soesanto (0:02)
2. Ketika Kita Pulang - Rastono Sumardi (5:44)
3. Lantang Suara - Erfan Soesanto (10:43)
4. Belajar Menjadi Manusia - Rastono Sumardi (12:29)
5. Melacur Diri dalam Bingkai Dusta - Erfan Soesanto (17:24)
6. Mandi Kepura-puraan - Rastono Sumardi (20:50)
7. Bagaimana Wajah Ibu Pertiwi - Erfan Soesanto (25:34)
8. Dunia Yang Tak Pernah Cukup - Rastono Sumardi (29:38)
9. Merapuh Tanpa Rasa Bangga - Erfan Soesanto (34:33)
10. Bukan Negeri Kutukan - Rastono Sumardi (38:13)

A

Ditulis oleh

Akaha Taufan Aminudin

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Karya Ini