Banggai Kreatif

Cepen - Keberanian Ayam Jago

08 Sep 2026 Oleh Ridayati

Bagian 1 — Jago Membangunkan Desa

Pagi yang cerah menyinari sebuah desa yang hijau. Di atas pagar kayu, Jago berdiri dengan gagah.

“Kukuruyuuuk! Bangun! Bangun! Hari sudah pagi!”

Anak-anak ayam keluar dari kandang sambil bersorak.

“Selamat pagi, Jago!”

 Ayam jago berjambul merah berdiri di atas pagar, matahari terbit, kandang ayam, dan anak-anak ayam bermain di halaman.

Bagian 2 — Bermain Bersama

Setelah matahari mulai tinggi, Jago bermain bersama anak-anak ayam.

“Ayo, kejar aku!” seru Jago.

“Ha... ha... ha! Tunggu kami!” jawab anak-anak ayam.

Mereka berlari ke sana kemari dengan gembira.

Bagian 3 — Suara dari Balik Semak

Tiba-tiba terdengar suara aneh.

“Srrrttt... srrrttt...”

Semua berhenti bermain.

“Apa itu?” tanya seekor anak ayam.

Dari balik semak, tampak seekor ular merayap perlahan menuju kandang.

“Tolong! Ada ular!” teriak anak-anak ayam.

 Anak-anak ayam tampak terkejut melihat ular dari balik semak. Jago berdiri memperhatikan dengan wajah cemas.

Bagian  4 — Jago Merasa Takut

Semua ayam berlarian mencari tempat aman.

Jago pun merasa takut.

“Wah... aku takut sekali,” bisiknya.

Jago ingin bersembunyi. Namun, ia melihat anak-anak ayam yang ketakutan.

“Kalau aku bersembunyi, siapa yang akan membantu mereka?”

Jago menarik napas dalam-dalam.

“Aku harus berani!”

Bagian  5 — Jago Memberanikan Diri

Jago mengepakkan sayapnya.

“Petok! Petok! Pergi sana! Jangan ganggu teman-temanku!”

Ular itu masih mendekat.

Jago mundur sedikit.

“Jangan takut, Jago. Kamu bisa!”

Kemudian Jago berkokok sekeras-kerasnya.

“KUKURUYUUUUK!!!”

Bagian  6 — Bantuan Datang

Suara kokok Jago terdengar sampai ke rumah.

Pemilik kandang segera datang.

“Wah, ada apa ini?”

Ia melihat ular di dekat kandang dan segera mengamankan keadaan.

Ular pun pergi menjauh.

“Syukurlah!” kata induk ayam.

Anak-anak ayam bersorak,

“Horeee! Jago berani!”

Bagian 7 — Jago Menjadi Teladan

Anak-anak ayam menghampiri Jago.

“Jago hebat!”

Jago tersenyum.

“Terima kasih. Sebenarnya aku juga takut.”

“Kalau takut, mengapa Jago tetap maju?” tanya seekor anak ayam.

Jago menjawab,

“Berani bukan berarti tidak takut. Berani adalah tetap melakukan hal yang baik walaupun kita merasa takut.”

Sejak hari itu, Jago menjadi teladan bagi semua ayam di desa.

Setiap pagi, ia kembali berdiri di atas pagar.

“Kukuruyuuuk! Mari kita berani berbuat baik hari ini!”

Semua anak ayam menjawab,

“Horeee! Kami siap!”

Pesan Moral

Keberanian bukan berarti tidak merasa takut. Kita bisa menjadi berani dengan menolong teman, berbuat baik, dan meminta bantuan orang dewasa ketika menghadapi bahaya.

R

Ditulis oleh

Ridayati

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Karya Ini