KECEMASAN MENGUSIK RESAH
Pantaskah menduga dan bertanya
Ketika alam silih berganti murka
Asap pekat masih berkuasa
Anak krakatau semburkan magma
Petaka apa yang datang selanjutnya
Kecemasan mengusik resahnya
Bertanya tak ada jawabnya
Kemukakan gelisah tak guna
Jalan lurus dipandang sebelah mata
Keserakahan porandakan putih jiwa
Dosa bertabur permata
Tak sadar akan bencana
Tuhan murka adakah mengira
Hingga seperti ini masihkah lupa
Sampai kapanpun takkan usai prahara
Ikhtiar jika perlu saja
Setelahnya ya sudahlah
Mengapa seperti ini wajah kita
Menjadi buruk rupa
Segelintir saja percaya
Tetapi yang lainnya sesaat saja
Kernyit dahi serasa diri di tengah bara
Mendusta dan mengada-ada
Semakin menyala karena angin kencang menerpa
Andai tak sadar juga
Bagaimana hukuman dari Tuhan akan reda
Pasuruan
06092026/07:31