Satya Istriku
Namamu sebuah doa kubisikkan setiap kali fajar menyapa jendela rumah
Engkau kutuju ketika dunia terasa terlalu riuh dan melelahkan
Senyummu pelita penuntun langkahku pulang dari segala lelah
Di pelukmu kusemai harap bahwa cinta ini akan tumbuh tanpa batas waktu
Dulu kita mulai dengan kesederhanaan menjadi saksi kemewahan janji
Tak ada bahan pesta megah kubawa hanya hati berikrar untuk setia selamanya
Kini tahun kita menua namun matamu masih sama menenangkan jiwa
Setiap keriput kecil di wajahmu itu kisah tentang kesetiaan
Kita pernah menapaki suka membuat tawa menggema di ruang-ruang kecil
Kadang menelan duka di jalani untuk sabar dan memaafkan
Engkau tetap memilih menggenggam tanganku tak pernah sekalipun melepaskan
Dalam diammu mengajarkan cinta sejati tentang bertahan bersama
Istriku terima kasih telah menjadi peneduh di setiap badai menerpa hidupku
Kau memilih tetap tinggal meski dunia sering kali tidak bersahabat
Cinta merupakan kata-kata doa kita panjatkan tiap sujud
Bersamamu sampai akhir itulah satu-satunya arah ingin kutempuh selamanya
Rancabali, 27-08-2026:06.54