TENTANG HATIKU DAN RUMPUT YANG TERBAKAR ITU
rindu bagiku adalah rimbun teki yang berbunga
cemburu adalah kumpulan kolibri yang berebut nektar dengan lebah jantan
bahagia tidak lain perasaan gelisah yang kusamarkan menjadi simpul senyum
sebelum terik sempurna jangan berdebat denganku
aku sedang mengumpulkan semua lembar-lembar kepatuhan yang sejak kemarin kubiarkan diterbangkan angin
ke tengah rimba tandus
bagiku kepatuhan adalah kerelaan untuk melepaskan pikiran yang tinggi
hatiku tak patuh
hatiku cemburu
hatiku terbakar
seperti rimba yang terjajah angkara, kepatuhan menjadi hilang bentuk
murka yang diamuk cemburu merupakan benih kebengisan
kau kah angkara murka yang membakar rumput-rumput menjadi lautan api yang penuh dendam
teki mati
kegagahan rimba gugur
kicauan kolibri kering
lebah-lebah jantan menjadi abu
hatiku terpanggang
rumput terbakar adalah takdir kesengsaraan yang tidak bisa kuterima
bara yang masih menyala ini, sebenarnya kita persembahkan kepada siapa?
Palembang | Indonesia
19 September 2026