DURYODHANA: TENTANG TAKDIR YANG PATAH
aku prabu duryodhana, seperti angin akan kurubuhkan semua musuh
dan kau kresna, jangan menasihatiku, aku raja hastina
paman sengkuni sudah cukup bagiku memberi dawuh
kau tak berhak memberi usulan agar pandawa diberi wajah
aku akan membakar mereka dalam perang bratayudha
sedikit pun aku tak gentar berhadapan dengan pandawa, meski kau menyelimuti mereka dengan mantra
cakra sudarsana tak akan mampu menggores kulitku
aku titisan gandari, seratus kurawa akan membetengiku menghancurkan pandawa
sekarang, pergilah kresna, bawa pesan bawa pesanku, aku menantang pandawa
prabu kresna meninggalkan hastina dengan hati luka
damai kurawa - pandawa menjadi jalan buntu
kehancuran keluarga adalah takdir akhir dari kebencian yang menyala-nyala
duryodhana tersungkur, minyak tala tak basah di semua porinya
tidakkah kau ingin mengambil ajian dari kisah ini?
Jogja | Indonesia
22 September 2026