MEMILIH API
aku adalah api
yang kau biarkan membakar
kau adalah jodoh
yang kubebaskan
memilih
aku akan menghanguskan
kau bilang
aku akan belajar sabar
memadamkan
aku tidak romantis
kau bilang
romantisme
ibarat gula dan kopi
aku tidak membenci pahit
aku akan banyak
melukai hatimu
kau bilang
aku akan bacakan sajak
agar hatimu lembut
aku sebatang kara
kau bilang
aku akan menemani
aku takut kau menderita
bersamaku
kau bilang
teruslah bersama
sepanjang waktu
derita adalah rasa yang dipelihara
aku akan mengajari
melepaskannya
aku tak bisa
memberi tunas baru
kau bilang
ikhlaskan pada takdir
bukankah kita dapat
memberi suapan
pada tunas lain
tunas yang tak diharapkan hadir
bagaimana
bila kelak tiada
kau bilang
aku akan berdoa
sebagai pengganti kesedihan
lalu kutanam mawar
atas namamu
bila aku berkhianat
kau diam
air matamu meleleh
kau ucap lirih
bukankah
takdirku
memilih api?
Jogja | Indonesia
11 September 2026