Banggai Kreatif

Semut Sami dan Roti Besar

28 Sep 2026 • Oleh Rissa Churria

Pagi itu, Semut Sami berjalan di taman sambil bersenandung kecil. Ia sedang bertugas mencari makanan untuk koloninya. Tiba-tiba, matanya membesar seperti kelereng. Di bawah bangku taman, ada sepotong roti besar—lebih besar dari tubuhnya sepuluh kali lipat! “Ya Allah, ini rezeki besar sekali!” serunya sambil melompat-lompat. Sami mencoba mengangkat roti itu sendirian. Ia mendorong, menarik, menggigit pinggirnya, tapi roti itu tidak bergerak sedikit pun. “Haduuh… beratnya kayak gajah,” keluhnya.

Ia pun duduk sebentar dan berpikir. Lalu ia teringat pesan ibunya, “Kalau dapat rezeki, jangan lupa berbagi. Allah sayang pada semut yang tidak serakah.” Sami langsung bangkit dan memanggil teman temannya. “Temaaaan! Ada rezeki besar! Kita bawa bersama!” Para semut datang dari segala arah. Ada yang bergerak cepat seperti jet, ada yang lambat seperti siput, ada yang sambil bernyanyi. Mereka mengerubungi roti itu lalu mendorong bersama sama.

Roti itu bergerak sedikit demi sedikit. “Dorooong!” teriak mereka kompak. Dengan kerja sama, roti itu akhirnya berhasil dibawa pulang ke sarang. Di sana, semua semut makan bersama dengan hati gembira. Sami merasa bahagia luar biasa. Ia sadar, roti itu mungkin terlalu berat untuk dirinya sendiri, tapi menjadi mudah ketika berbagi dan bekerja sama.

Pesan moral: Berbagi membuat rezeki terasa lebih nikmat. Allah mencintai anak yang tidak pelit dan saling menolong.

Audio
Dengarkan Karya Ini
Narasi oleh Rissa Churria
0:00 0:00
R

Ditulis oleh

Rissa Churria

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Karya Ini