KHOTBAH JUMAT : DI HADAPAN PENGADILAN ALLAH
Antara Dosa, Keadilan, Taubat, dan Rahmat Allah
KHUTBAH PERTAMA
?????????? ??????? ????? ??????????????? ?????????? ???????????????? ????????????????? ?????????? ????????? ???? ???????? ??????????? ?????? ?????????? ????????????.
???????? ???? ??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ???????? ????? ?????????? ????? ?????????? ???????? ????????????.
?????????? ????? ????????? ????????? ????? ?????????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ????????????.
?????? ??????? ????? ??????? ???????? ???????????? ????????? ????????? ???????? ?????? ????? ??????????????.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan satu perkara yang pasti akan kita hadapi:
pengadilan Allah SWT.
Saudaraku,
Di dunia ini kita mengenal pengadilan manusia.
Ada hakim, ada saksi, ada bukti, ada pembela dan ada keputusan.
Tetapi suatu hari nanti kita akan menghadapi pengadilan yang tidak mungkin kita hindari.
Tidak ada yang dapat bersembunyi.
Tidak ada yang dapat menyuap.
Tidak ada jabatan yang dapat menyelamatkan.
Tidak ada kekayaan yang dapat membeli keputusan.
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit.”
QS. Al-Anbiya: 47
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Pada hari itu, yang diperiksa bukan hanya siapa kita di dunia.
Bukan jabatan kita.
Bukan banyaknya harta kita.
Bukan popularitas kita.
Tetapi iman, amal, dosa, dan perbuatan kita kepada sesama manusia.
Allah berfirman:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.”
QS. Az-Zalzalah: 7–8
Maka jangan pernah meremehkan dosa.
Jangan berkata:
“Ini hanya dosa kecil.”
“Semua orang juga melakukannya.”
“Tidak ada yang tahu.”
Mungkin manusia tidak tahu.
Tetapi Allah mengetahui.
Allah mengetahui apa yang kita lakukan ketika tidak ada seorang pun melihat.
Allah mengetahui apa yang kita katakan ketika tidak ada orang lain mendengar.
Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati kita.
JAMAah YANG DIRAHMATI ALLAH
Namun ada satu hal yang harus kita pahami.
Orang yang beriman tetapi melakukan dosa tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.
Allah berfirman:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”
QS. Az-Zumar: 53
Ayat ini memberikan harapan kepada kita.
Mungkin ada di antara kita yang merasa:
“Dosa saya terlalu banyak.”
“Saya terlalu jauh dari Allah.”
“Apakah Allah masih mau menerima saya?”
Jawabannya:
Selama kita masih hidup dan mau kembali kepada Allah, jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya.
Nabi ? bersabda bahwa Allah sangat bergembira dengan taubat seorang hamba.
HR. Bukhari dan Muslim.
Maka jangan tunggu menjadi manusia sempurna untuk kembali kepada Allah.
Kembalilah kepada Allah justru karena kita merasa banyak dosa.
JAMAah YANG DIMULIAKAN ALLAH
Tetapi jangan pula kita salah memahami rahmat Allah.
Rahmat Allah bukan alasan untuk terus melakukan dosa.
Jangan mengatakan:
“Saya beriman, jadi tidak masalah kalau berbuat dosa.”
Bukan demikian.
Allah juga mengingatkan:
“Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.”
QS. Az-Zalzalah: 8
Karena itu seorang Muslim harus hidup di antara dua keadaan:
takut kepada dosa dan berharap kepada rahmat Allah.
Takut membuat kita berhati-hati.
Harapan membuat kita tidak putus asa.
HAK ALLAH DAN HAK MANUSIA
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Ada satu perkara yang sangat penting.
Dosa bukan hanya persoalan hubungan kita dengan Allah.
Ada dosa yang menyangkut hak manusia.
Kita mungkin rajin shalat.
Rajin puasa.
Rajin bersedekah.
Tetapi jika kita mengambil hak orang lain, memfitnah, menipu, menghina, mencemarkan nama baik, merampas harta, atau melakukan kezaliman, maka persoalan itu belum selesai.
Rasulullah ? bersabda tentang orang yang bangkrut di akhirat.
Orang itu datang membawa shalat, puasa dan zakat.
Tetapi dia juga pernah mencaci orang lain, menuduh, mengambil harta, menzalimi dan menyakiti manusia.
Kemudian pahala-pahalanya diberikan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya.
Ketika pahalanya habis, dosa mereka diberikan kepadanya.
HR. Muslim
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hadis ini seharusnya membuat kita bertanya kepada diri sendiri:
Apakah ada hak orang lain yang belum kita selesaikan?
Apakah ada orang yang pernah kita sakiti?
Apakah ada harta yang pernah kita ambil?
Apakah ada ucapan yang pernah kita gunakan untuk menjatuhkan orang lain?
Kalau ada, jangan tunggu sampai kita berdiri di hadapan Allah.
Selesaikan sekarang.
Kembalikan haknya.
Minta maaf.
Perbaiki kesalahan.
Bertaubat kepada Allah.
KEMATIAN PASTI DATANG
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Kita semua sedang berjalan menuju satu tempat yang sama:
kematian.
Allah berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
QS. Ali Imran: 185
Kita tidak tahu kapan giliran kita.
Hari ini kita masih bisa berbicara.
Masih bisa meminta maaf.
Masih bisa bersujud.
Masih bisa menangis dalam taubat.
Tetapi ketika kematian datang, kesempatan itu selesai.
Karena itu jangan menunda taubat.
Jangan menunggu tua untuk dekat dengan Allah.
Jangan menunggu sakit untuk mengingat Allah.
Jangan menunggu kehilangan untuk menghargai orang lain.
Bertaubatlah sebelum kita diadili.
KHUTBAH KEDUA
?????????? ??????? ????? ??????????????? ???????????? ???????????? ????? ???????? ?????????????? ????????????????? ?????????? ????????? ??????? ????? ?????????? ????????????.
??????? ???????? ???????? ??????? ????? ????????? ????? ??????????? ?????? ?????????? ????????????.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita renungkan.
Suatu hari nanti kita akan meninggalkan rumah.
Keluarga mengantar kita.
Tetapi mereka hanya mengantar sampai kuburan.
Harta kita tinggalkan.
Jabatan kita tinggalkan.
Kekuasaan kita tinggalkan.
Yang menemani kita hanyalah amal.
Setelah itu kita akan dibangkitkan.
Kita akan berdiri di hadapan Allah.
Catatan amal akan dibuka.
Tidak ada satu pun yang tersembunyi.
Namun pada hari itu kita tidak boleh hanya berharap kepada amal kita.
Kita berharap kepada rahmat Allah.
Rasulullah ? bersabda:
“Tidaklah amal seseorang memasukkannya ke dalam surga.”
Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab bahwa beliau pun tidak, kecuali dengan rahmat dan karunia Allah.
HR. Bukhari dan Muslim.
Maka jangan sombong karena amal.
Tetapi jangan pula berhenti beramal.
Beramallah sebaik mungkin dan berharaplah kepada rahmat Allah.
DOA
?????????? ??????? ????? ???????????? ?????????????? ??? ?????????.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami.
Ampunilah dosa kedua orang tua kami.
Ampunilah dosa keluarga kami.
Ampunilah dosa orang-orang yang kami cintai.
Ya Allah, jika selama ini kami jauh dari-Mu, dekatkanlah kami kepada-Mu.
Jika hati kami keras, lembutkanlah.
Jika kami banyak dosa, bukakanlah pintu taubat bagi kami.
Jika kami pernah menzalimi orang lain, berikanlah kami kekuatan untuk memperbaikinya.
Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami sebelum kami bertaubat kepada-Mu.
Jangan Engkau wafatkan kami kecuali dalam keadaan beriman dan berserah diri kepada-Mu.
Ya Allah, ketika kami berada di alam kubur, berikanlah ketenangan kepada kami.
Ketika kami dibangkitkan, berikanlah keamanan kepada kami.
Ketika kami berdiri di hadapan pengadilan-Mu, jangan Engkau hinakan kami.
Tutupilah aib kami.
Ampunilah dosa kami.
Berikanlah kitab amal kami dari sebelah kanan.
Ringankanlah timbangan amal kami.
Mudahkanlah hisab kami.
Berikanlah kepada kami syafaat Nabi Muhammad ? dengan izin-Mu.
Dan masukkanlah kami ke dalam surga-Mu dengan rahmat-Mu.
???????? ????????? ??????????? ?????? ???? ???????? ????? ????????????? ???????????? ???? ?????????????
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
QS. Al-A'raf: 23
?????????? ?????? ?????????? ?????? ????????????? ?????????? ???? ???? ?????? ????????????.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu akhir kehidupan yang baik dan kami berlindung kepada-Mu dari akhir kehidupan yang buruk.
???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????????.
Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.
???????? ??????? ????? ?????????? ????????? ??????? ????? ?????????? ???????????.
?????? ??????????.