BAIT TERAKHIR
Pada bait terakhir, aku tak mampu lekatkan syair dibait sebelumnya
Guratan kataku hingga kini belum usai juga
Tak seperti biasanya
Di akhir untaian seolah mati rasa
Sejauh mata memandang terlihat hanya putih mega
Jemari terasa lunglai di ujung pena
Berjuta pesona bagai buih hampa
Luapan makna seakan sirna
Mungkin esok tak merenda indah taman bunga
Aku hanya menguntai rerumputan meranggas pada akarnya
Tak peduli pada jernih air yang menuju muara
Batu cadas dan kerikil andai mampu kutata
Engkau boleh jumawa
Tetapi untuk apa
Jangan juga engkau angkuhkan pada saya
Mungkin aku pandang sesaat pada tuan yang berharta
Hingga kini belum mampu lekatkan bait terakhirku
Meski hampir usai merajut puisiku
Termenung dalam heningku
Ada apa dengan bait terakhirku
Atau esok hari
Ada bait yang mampu
lekatkan diri
Memadankan syair menjadi berarti
Semoga saja dapat kupadu indah akhir bait ini
06 Mei 2026
(148)