SELAMAT PAGI, NEGERIKU
Pagi mengetuk jendela negeri, matahari menyibak kabut mimpi. Anak-anak berangkat membawa harapan, para pekerja menjemput kehidupan.
Selamat pagi, Indonesia, kami mencintaimu dalam kerja sederhana, dalam tangan yang setia berkarya, dalam hati yang menjaga kejujuran meski godaan datang menawarkan kemudahan.
Namun, negeriku, masih ada lapar di meja makan, masih ada keadilan kehilangan jalan, masih ada janji yang gugur sebelum sempat menjadi kenyataan.
Kami mencintaimu bukan dengan pujian, melainkan dengan keberanian mengatakan kebenaran. Sebab cinta tak selalu berarti membenarkan, kadang ia adalah kesetiaan untuk memperbaiki yang menyakitkan.
Selamat pagi, Indonesia, hari ini kami kembali melangkah, menanam kebaikan meski sederhana, merawat harapan meski tak mudah.
Jika kelak nama kami terlupa, biarlah kebaikan tetap tinggal di tanah yang kami cintai.
Sebab negeri ini bukan sekadar tempat lahir, melainkan rumah yang harus kami jaga dengan hati, dengan karya, dan dengan nurani.