Rezim Jerebu
Cuaca pias
Pelan-pelan kita mengusap azab
Berharap asap lesap
Berganti cerah udara
Namun tangkapan pandang kian pening
Menguning oleh jerebu
Menyumbat napas juga mengancam paru-paru
Terdengar seru sahutan mengecam
Panen ribuan titik api minta segera padam
Sebab lahan dan hutan tropis lumat habis
Bekantan dan orang utan berlarian cari selamat
Tak menyerah pasrah luluh dilumat
Suaranya serak melolong
Mata pedih
Hati perih
Penguasa bukannya menolong
Malah sibuk debat koar-koar dari mimbar
Lewat retorika pidato hambar
Jiran bahkan mengeluh
Kota-kota mereka melepuh
Rezim tetap merasa paling benar
Sementara krisis iklim meluas menyebar
Warga terdampak diminta bersabar
Meski arah angin terus berpusing tanpa kepastian
Dan kita tak mungkin nyaman hanya bermodal kipas tangan.
Gowa, 22 Oktober 2026
Rusdin Tompo, lahir di Ambon, 3 Agustus 1968. Penulis dan editor buku. Menulis puisi, esai, dan reportase. Berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk menggelar pembacaan karya sastra di taman, kafe, dan warkop. Juga penggiat Sekolah Ramah Anak yang melakukan pendampingan inovasi di sejumlah Sekolah Dasar di Makassar. Ia merupakan inisiator Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan. Kontak dengan Rusdin Tompo dapat melalui WhatsApp: 0851 7330 3868 atau melalui surel: rusdintompo0368@gmail.com dan rusdintompo68@gmail.com. []