SAAT DUNIA KELAM NELANGSA
Andai tak ada tipu muslihat di kehidupan ini
Hanya kejujuran yang menghiasi
Adakah terdengar caci maki
Akankah terlihat saling menyakiti
Kulihat purnama selalu indah dipandang mata
Menawan hati ketika gumintang setia di sana
Adakah mereka pernah tak saling sapa
Ataukah merajuk pada sesuatu berbeda
Dunia saat ini kelam nelangsa
Bencana dan perang serasa sama
Memakan korban jiwa dampaknya
Keseimbangan menjadi porak poranda
Sesaat saja kuncup bunga merekahnya
Tak lama menebar wangi aroma
Esoknya layu tak berdaya
Seakan ia enggan hidup terlalu lama
Bait puisi ini terajut kebencian
Saat ulah manusia ditelanjangi serakah ambisi
Tak hirau akan martabat diri
Keangkuhan dan kekayaan merajai hati
Masa bodoh mengurai kata acapkali
Etika tak bernilai lagi
Beringas dan amarah sungguh bernyali
Di kehidupan ini, sepertinya hari-hari akan kujalani
Menjaga hati sampai kapan dilalui
Haruskah diam merawat seberkas suci
Melantun kalam-Nya agar jiwa tersirami
Menghindar dari setan yang hendak merasuki
Pasuruan
25 Oktober 2026