PUISI MENYATUKAN
04 May 2026 | Oleh: Rissa Churria
kita berasal dari arah tak sama
angin membawa nama-nama dengan bunyi berbeda
lidah kita tumbuh dari tanah berlainan
namun luka selalu satu bahasa
di antara riuh, saling meniadakan
aku memilih diam
lalu merangkai serpih-serpihmu
menjadi doa yang tak perlu disepakati
sebab menyatukan
bukan tentang menyeragamkan warna
melainkan memberi ruang
pada tiap cahaya untuk tetap bernyala
aku melihatmu
dalam bayang yang pernah kutolak
kau melihatku
dalam cermin yang retaknya tak kau akui
lalu kita duduk
tanpa senjata kata
tanpa prasangka yang diwariskan
hanya napas yang sama-sama ingin berdamai
barangkali
yang tercerai bukan kita
melainkan cara kita memandang
terlalu sempit untuk menampung semesta
maka hari ini
kubiarkan perbedaan tumbuh seperti taman
liar
namun saling menjaga dan menumbuhkan aksara
jika suatu saat
kita lupa jalan kembali
ingatlah
kita pernah menjadi satu
dalam hening, tak meminta nama
Bekasi 02.02.2026
Bio Penyair
Rissa Churria, pendidik, penyair esais, prosais, pelukis yang tinggal dan menetap di Lubang Buaya Bekasi. Menerbitkan 15 buku tunggal puisi, esai, cernak, dan mata kuliah. Juga lebih dari 100 antologi bersama penyair dalam dan luar negeri.
dengarkan Musikalisasinya Klik di bawah ini
Puisi Menyatukan - Banggai Kreatif