Nari Ratih Putih Bunga ilalang - Syair Cinta Arya Dwipangga
07 May 2026 | Oleh: Rastono Sumardi
Nari Ratih.
Putih bunga ilalang.
Seputih cintaku.
Semilir angin meniupkan tembangmu.
Asmaradana.
Merasuk sukma menebar renjana.
Oh, Kamajaya.
Oh, Kamaratih.
Sulit aku menolak panah-panah cintamu.
Yang kau hunjam ke hulu hati menjadi benih.
Tumbuh mengakar pohon asmaraku.
Jangan goda mimpiku dengan wajahmu Kakang Dwipangga.
Cintaku hanya untuk adikmu.
Aku tahu pintu kamarmu rapat terkunci.
Tapi aku akan mengetuknya beribu kali.
Seisi bumi dan langit tujuh petala jadi saksi.
Penyesalan Dwipangga memadati rongga hati.
Nari Ratih, kau sebongkah batu karang tegak.
Tapi kesabaranku adalah tetes air mata yang pelan akan menembus keras hatimu.
Rintik hujan sore seperti air mata kesedihan.
Tanpa angin, tanpa pelangi.
Itulah tanda harapanku yang sia-sia.
Kutusuri dingin malam hanya berselimut bayang-bayang wajahmu.
Oh, Kakang Dwipangga.
Hentikan syair-syairmu.
Aku tidak tahan lagi.
Sepanjang malam aku selalu gelisah memikirkanmu.
Apakah kau sengaja untuk menyiksaku?
Ada apa Lasmini?
Surat Nari Ratih.
Aku akan segera ke sana.
dengarkan Puisinya, klik di bawah ini :