Di Sebuah Kota dan Rupa-Rupa

09 May 2026 | Oleh: Harsandi Pratama Putra

Di Sebuah Kota dan Rupa-Rupa

Malam semakin hitam.
Kota ini masih beradu bising,
tanpa lelap—
seperti tatapan seorang pemuda
yang menghabiskan gelas demi gelas kopi
di kedai pinggir jalan.

Diiringi beragam cerita tentang negara
dan para penguasanya
yang sedikit gila
serta terlalu jarang tertawa,
mereka tetap segar,
penuh haha-hihi
di sela letih yang tak pernah diakui.

Malam di kota ini
tak pernah benar-benar mati.
Keramaian terus bernapas
melahirkan peristiwa-peristiwa gaduh
dan rupa-rupa warna kehidupan.

Punggung orang-orang
telah menyentuh busa kasur,
namun mulut mereka masih berdebat
tentang rintihan siapa yang paling merdu.
Sementara lampu-lampu penginapan
tak pernah lelah menyaksikan
langkah-langkah tergesa
menuju puncak nafsu masing-masing.

Dan kota ini—
adalah mata Tuhan
yang tak pernah tertidur.

2026

Harsandi Pratama Putra lahir di Pulo Bembe, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Telah melahirkan tujuh buku kumpulan puisi serta beberapa antologi bersama dengan penulis lainnya. Pernah mendapat anugerah literasi dari kampus UIN Alauddin Makassar. Saat ini lebih sering pergi ke pantai, gunung, dan tidur di kamar.

dengarkan musikalisasinya, klik link di bawah ini :

Di Sebuah Kota dan Rupa-Rupa - Banggai Kreatif

 

telah dipublikasikan sebelumnya di mataleza. 

Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra - Mataleza

Ditulis oleh:

Harsandi Pratama Putra

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: