Laut
29 May 2025 | Oleh: Sri Kurniasih
Laut adalah kitab tanpa huruf,
tiap gelombangnya mengajar diam yang paling jujur,
ia tak berkata, tapi mengabarkan dalam desiran,
bahwa dalam diam pun, jiwa bisa menjadi dalam.
Laut tak pernah berteriak pada langit,
meski sering ditimpa badai dan petir,
ia hanya bergelombang dalam sabar,
mengajarkan bahwa kekuatan sejati adalah tenang yang mengakar
Ia tak pernah menolak muara yang datang,
seburuk apapun air yang dibawanya, air mata sungai, limbah luka dunia
laut menampung dengan dada lapang
seperti bijak yang tak pernah memilih siapa yang pantas dipercaya.
Di bawah birunya yang tampak sederhana,
terhampar dunia yang tak bisa seluruhnya diterka,
begitu pula jiwa manusia
yang dalam tak selalu harus tampak perkasa.
Di kedalamannya tersimpan rahasia,
bukan untuk disembunyikan, tapi untuk dihormati,
seperti manusia yang arif
menyimpan luka, tapi tak menjadikan dunia ikut terluka.
Tak semua harus diselami sampai dasar,
sebab ada rahasia yang dicipta untuk hanya disaksikan,
seperti laut yang tak mengizinkan semua masuk,
tidak semua harus diketahui untuk bisa dimengerti.
Laut mengajari kita pasrah yang perkasa,
pasang dan surut bukan kelemahan,
melainkan irama yang menata segala,
bahwa hidup pun punya gelombang yang harus diterima.
Dan aku, berdiri di tepiannya,
belajar menjadi luas tanpa harus kehilangan batas,
belajar menjadi tenang walau dihantam badai,
sebab laut, adalah filsuf tua yang berbicara lewat sunyi.
Luwuk, 27-5-2025