Onyop
29 May 2025 | Oleh: Rastono Sumardi
Dalam mangkuk berselimut uap
mengalir bening kisah dari hutan sagu
Onyop bukan sekadar pangan
ia adalah benang sunyi yang menjahit masa silam
Seperti embun yang diracik dengan matahari
tepung sagu menari dalam peluk air mendidih
berubah menjadi jeli lembut
yang menggigilkan kenangan nenek moyang
Kuah asam adalah rindu yang direbus
dari perasan jeruk dan air mata ikan
pedasnya bukan sekadar cabai
tapi bara cinta yang tak pernah padam dari dapur ibu
Setiap suapan adalah puisi tak bersuara
meluncur licin melewati lidah yang tahu arah pulang
Onyop bukan sekadar makanan
ia adalah pelukan: hangat, basah, dan dalam
Di tengah meja bambu dan tawa
Onyop hadir seperti doa
mengikat satu keluarga dalam rasa
dan satu cerita diTanah Banggai
Luwuk, 29-05-2025