Biak Numfor, Biarkan Aku Mencintaimu

29 May 2025 | Oleh: Leni Marlina

Biak Numfor, Biarkan Aku Mencintaimu

dari Kumpulan Puisi BIAK – PAPUA: SANG KELOPAK MATA LANGIT

PPIPM-Indonesia, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, Poetry-Pen IC, ASM, Penyala Literasi Sumbar, ACC SHILA]
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Biak Numfor – Papua,
biarkan aku mencintaimu
sebagaimana matahari mencintai pagi—
bukan hanya dengan cahaya,
tetapi dengan kesetiaan yang terbit setiap hari
meski tak pernah diminta.

Engkau bukan sekadar tanah di peta—
engkau adalah napas leluhur
yang dilahirkan kembali dalam desir ombak,
dalam hening kabut yang turun
dan nyanyian burung cenderawasih
yang mengajarkan kita tentang merdu yang tak merampas.

Aku menapak di tubuhmu
seperti mencium nadi puisi yang belum rampung,
di altar karang yang mencatat doa-doa laut,
di bayang cemara yang menyimpan
bisikan angin dari zaman sebelum kata-kata.

Biak Numfor,
engkau puisi
yang ditulis dari cahaya yang jatuh di air,
dari hujan yang datang bukan untuk mengguyur,
melainkan menyentuh dengan sabar,
menghapus debu tanpa melukai.

Aku mencintaimu seperti akar mencintai bumi—
tak terlihat tapi menggenggam dalam.
Tak memaksa, hanya mengalir
dan menjadi bagian dari hidup yang sabar.

Biak Numfor,
biarkan aku mencintaimu
dengan tangan yang tak membawa alat,
tetapi bahasa yang mendengar,
dan mata yang tidak menghakimi,
melainkan merawat keberadaanmu
dengan cinta yang diam,
dengan cinta yang mengakar
dalam keindahan,
dalam kemanusiaan.

Padang, Sumatera Barat, April 2025

 

Ditulis oleh:

Leni Marlina

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: