Menjemput Jiwa di Ladang Kehidupan
26 May 2026 | Oleh: Wahyuni N. Hamzah
Di bawah langit yang mulai menua,
Aku berdiri menatap megahnya dinding-dinding ini.
Gedung-gedung kokoh berdiri dengan angkuh,
Peralatan canggih berjejer, siap menempa masa depan,
Dan guru-guru hebat telah berdiri dengan dada tegak,
Memiliki ilmu, siap menumpahkan seluruh bakti.
Namun, mengapa sunyi ini begitu menusuk?
Lorong-lorong kelas berbisik dalam duka,
Bangku-bangku kosong menanti dengan rindu yang lara.
Segala daya telah kukerahkan,
Segala peluh telah kuperas hingga habis,
Sebagai pimpinan, jiwaku menangis dalam senyap,
Terduduk di antara ruang-ruang yang sepi peminat.
Padahal, di tanah ini kami ajarkan cara merawat bumi,
Menanam benih kehidupan yang takkan pernah mati.
Di air ini, kami ajarkan cara membaca samudera,
Dan pada ternak-ternak, kami titipkan nafkah masa depan.
Ini bukan sekadar angka atau lembar ijazah,
Ini adalah denyut nadi kehidupan, modal utama untuk bertahan.
Wahai anak-anak muda, pemilik masa depan...
Mengapa matamu berpaling dari tanah yang subur ini?
Mengapa langkahmu ragu pada gemercik air dan hijaunya padang?
Kemarilah, dekaplah teknologi yang telah kami siapkan,
Sambutlah tangan guru-gurumu yang penuh ketulusan.
Meski hari ini duka menggelayuti relung hatiku,
Aku bersumpah tidak akan membiarkan lilin ini padam.
Sekolah ini sudah dewasa, sudah matang oleh waktu.
Kami akan tetap berdiri, mengetuk pintu-pintu hati,
Hingga ruang-ruang sepi ini kembali bergemuruh,
Oleh tawa, cita-cita, dan masa depan yang utuh.
Gotong Royong, 20 Mei 2026
dengarkan musikalisasinya, Klik di bahwa ini :