Di Antara Reruntuhan dan Harapan di Tanah Gaza

29 May 2025 | Oleh: Rastono Sumardi

Di Antara Reruntuhan dan Harapan di Tanah Gaza

Di balik reruntuhan kota yang sunyi
Terdengar tangis anak kecil yang kehilangan ibu
Asap mengepul dari bumi yang luka
Langit pun kelam, tak sudi bersinar seperti dulu

Gaza, luka yang tak kunjung sembuh,
Menggigil dalam malam tanpa janji damai,
Jiwa-jiwa menunggu di ujung harapan,
Di mana gencatan hanyalah kata tanpa tangan.

Israel berbicara tentang keamanan
Tentang demiliterisasi dan penyingkiran
Hamas berseru soal kebebasan
Tentang hidup yang layak tanpa kepungan

Namun di antara meja-meja perundingan
Sandera masih merintih dalam gelap
Wartawan gugur tanpa sempat menulis kabar
Dan Beit Lahia menjadi sajak kematian

Wahai dunia, sampai kapan kita berpaling?
Sampai berapa banyak lagi darah harus mengering?
Gencatan ini tak butuh syarat tanpa hati
Damai sejati lahir dari rasa manusiawi

Mari kita robek sejenak ego dan senjata
Berbicaralah sebagai sesama manusia
Sebab damai bukan hasil dari kekuatan
Melainkan dari keberanian untuk mengampuni

Di antara reruntuhan
Masih ada benih harapan
Jika kita mau menanamnya bersama

 

Luwuk, 29-05-2025

Ditulis oleh:

Rastono Sumardi

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: