WARISAN BUDAYA LELUHURKU
06 Jun 2025 | Oleh: Sri Kurniasih
Tanah Babasalan, tanah leluhur
Menyimpan berjuta kekayaan alam
Ikan, udang, rumput laut, dan mutiara di lautmu yang luas
Berbarel-barel migas tersimpan di perut bumimu
Tanah Babasalan, tanah leluhur
Menyimpan berbagai budaya
Begitu banyak bongkahan kisah yang ditinggalkan para leluhur
Rumah adat Laigan berdiri anggun
Menyimpan falsafah hidup di setiap bagiannya
Musik tradisional gandang
Mengiringi keceriaan tarian Molabot
Tari Umapos yang gagah perkasa...!
Mengundang decak kagum setiap mata yang memandangnya
Kemolekan alam diterpa mesranya sang bayu,
Burung maleo, kicau pipit yang menari bersama
Menikmati indahnya berbagai tradisi yang dimiliki tanah leluhur
Tradisi yang begitu sakral
Inilah budayaku...!
Inilah tanah Babasalanku...! Tanah leluhurku...!!
Tapi kini... alamku mulai rusak...
Hutan dan lautku tersakiti...
Burung-burung maleo menjerit... di ambang kepunahan
Dan kini... budaya Babasalan mulai dilupakan
Tak dipedulikan, tak dibanggakan!
Seakan hanyuuuut... tertelan zaman
Tak kudapati lagi tradisi yang begitu sakral
Tak kulihat lagi permainan gasing, patengke dimainkan
Bahkan tak kudengar lagi generasiku mampu bertutur bahasa leluhur
Yang ada hanya nyanyian dan budaya asing
Yang aku sendiri tak paham apa maksudnya
Namun... masyarakat begitu bangga dengannya
Oh... aku bertanya
Mana tanah leluhurku yang kaya akan alamnya?
Mana tanah leluhurku yang kaya akan budayanya?
Akankah semua ini hanya akan tinggal cerita?
Aku tak rela...
Bila tanah Babasalanku kehilangan budayanya
Aku tak rela
Bila bahasa leluhurku tinggal kenangan
Wahai utus-utusku, generasi penerus bangsa
Mari... imbo’, kita bangkit!
Kita lestarikan alam dan budaya leluhur
Kita rawat... kita jaga
Tugas ini di pundak kita
Agar moleknya alam dan luhurnya budaya ini
Dapat dilihat oleh anak cucu kita
Luwuk, 4 Agustus 2024