Pilu Jadi Nyinyir
07 Jun 2025 | Oleh: Rastono Sumardi
Mereka kalah…
tapi tak mau pulang
Mereka jatuh…
tapi menyalahkan tanah yang diinjak orang lain
Setiap pagi mereka bangun
bukan untuk bersyukur
tapi untuk membuka daftar kesalahan pemimpin
yang tak mereka pilih
Dulu bilang, “demokrasi harga mati!”
Tapi sekarang
kalau hasilnya tak sesuai hati
mereka bilang “rakyat sedang diperdaya”
Hebat sekali
Kalah berkontestasi, menang mencaci
Gagal dipercaya
jadi komentator nyiyir tetap tanpa diminta
Apa pun yang dilakukan pemimpin
mereka punya bumbu curiga dan garam iri.
Mereka nyinyir bukan karena salah…
tapi karena tak bisa menerima kalah
Wahai kaum pemuja nyinyir
ingatlah:
Pemimpin bisa berganti,
tapi kebencian yang kalian pelihara
bisa membusuk jadi aib di akhirat kelak
Dan Tuhan…
tidak pernah menilai pilihan kita,
tapi selalu menimbang adil tidaknya hati
dalam menerima takdir-Nya
Beringinjaya, 07-06-2025