Suara Alam yang Tersisa

07 Aug 2025 | Oleh: Hasna Bone - SD Inpres 1 Slametharjo

Suara Alam yang Tersisa

Di balik gemuruh kota dan debu yang menari, 
Alam masih berbisik, meski nyaris sunyi. 
Langit kelabu, hutan yang menangis,
Bumi berseru dalam luka yang tak teriris.

Daun-daun gugur tanpa musim, 
Sungai mengering, kehilangan alir mimpi.
Namun masih ada jiwa yang peduli, 
Menanam harap di tanah yang nyaris mati.

Kita, manusia penjaga semesta,
Bukan penguasa, hanya tamu yang singgah. 
Peluklah hutan, jangan dibakar, 
Sapa laut, jangan dicemar.

Bumi tak butuh kita untuk hidup, 
Tapi kita padanya bergantung penuh.
Jika cinta itu nyata, mari buktikan,
Dengan aksi kecil yang terus dilanjutkan.

Tebarkan benih, rawat kembali, 
Hijaukan tanah, selamatkan pagi. 
Agar anak cucu nanti menyapa, 
“Terima kasih, kau jaga dunia seindah surga.”

Hasna Bone
SD Inpres 1 Slametharjo
Kec.Moilong

Ditulis oleh:

Hasna Bone - SD Inpres 1 Slametharjo

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: