Belajar Ikhlas di Rumah yang Retak

08 Jan 2026 | Oleh: Ridayati

Belajar Ikhlas di Rumah yang Retak

Rumah ini tak runtuh oleh satu nama,
bukan pula oleh hadirnya orang ketiga.
Ia retak oleh banyak rasa yang terpendam,
oleh diam yang terlalu lama disimpan.

Aku, anak di tengah badai,
belajar membaca kenyataan dengan hati.
Bahwa salah tak selalu punya wajah,
dan luka lahir dari arah yang berlapis.

Ayah dan ibu pun manusia,
lelah, khilaf, dan tak selalu sempurna.
Aku memilih ikhlas menerima,
tanpa menuding, tanpa membenci cerita.

Meski cinta mereka tak lagi sejalan,
aku tetap tumbuh dengan pengharapan.
Dari rumah yang patah aku belajar,
memaafkan adalah bentuk kedewasaan. 


Toili, 7 Januari 2026

Ditulis oleh:

Ridayati

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: