Di Bawah Bayang Panji yang Berkibar

02 Mar 2026 | Oleh: Rastono Sumardi

Di Bawah Bayang Panji yang Berkibar

Langit Teheran Menunduk
Ada hening yang lebih tajam dari sembilu
Saat kabar itu merayap di sela-sela menara masjid
Wajah-wajah yang keras kini basah oleh rintik doa
Seseorang telah pulang, melintasi gerbang cahaya
Meninggalkan jejak kaki yang terpahat di atas batu zaman.

Duka yang Menghujam
Bukan sekadar air mata yang jatuh ke debu
Tapi rasa kehilangan atas suara yang pernah menjadi kompas
Di tengah badai sanksi dan kepungan ketidakpastian
Engkau adalah karang yang menolak untuk terkikis
Kini karang itu diam, membiarkan samudera meratap sendirian.

Tekad yang Membara
Namun, lihatlah ke dalam mata para penerusmu
Kesedihan ini bukan jurang, melainkan jembatan
Setiap butir air mata adalah minyak bagi pelita perjuangan
Surbanmu mungkin telah diletakkan
Tapi ruh perlawanan telah berpindah ke setiap urat nadi yang berdenyut.

Janji di Atas Pusara
Kami tidak akan membiarkan api ini padam oleh angin duka
Sebab keteguhanmu bukan tentang satu nyawa
Melainkan tentang martabat yang tak sudi berlutut
Pergilah dengan tenang menuju haribaan Tuhan
Sebab di sini, ribuan tangan telah mengepal
Siap menjaga benteng yang engkau bangun dengan doa dan kesabaran.

Ditulis oleh:

Rastono Sumardi

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: