Pesan Spiritual untuk Diriku Sendiri di Usia 52 Tahun
10 Mar 2026 | Oleh: Rastono Sumardi
Wahai diriku…
engkau telah berjalan cukup jauh.
Melintasi waktu yang tidak selalu ramah,
melewati hari-hari yang kadang penuh air mata,
dan malam-malam panjang yang hanya ditemani doa.
Di usia ini aku belajar,
bahwa hidup bukan tentang memiliki segalanya,
melainkan tentang mensyukuri apa yang masih Tuhan titipkan.
Ada mimpi yang tidak sempat menjadi nyata.
Ada orang-orang yang pernah singgah, lalu pergi selamanya.
Ada harapan yang pernah patah di tengah jalan.
Namun kini aku mengerti…
semua itu bukan kehilangan,
melainkan pelajaran yang mematangkan jiwa.
Wahai diriku…
berjalanlah lebih pelan sekarang.
Nikmati setiap pagi yang masih diberi napas,
dengarkan angin yang membawa ketenangan,
dan rasakan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu.
Di usia ini aku tidak lagi ingin menjadi yang paling hebat.
Aku hanya ingin menjadi manusia yang hatinya lapang,
yang mudah memaafkan,
yang ringan menolong,
dan yang tetap bersujud dengan penuh kerendahan.
Jika suatu hari langkah ini mulai melemah,
biarlah hatiku tetap kuat dalam iman.
Jika rambut semakin memutih,
biarlah jiwa semakin jernih.
Dan ketika waktuku kelak dipanggil pulang,
semoga aku kembali kepada Tuhan
dengan hati yang damai—
seperti senja yang perlahan tenggelam di ufuk,
tenang, indah, dan penuh keikhlasan.
Terima kasih wahai diriku…
engkau telah bertahan sejauh ini.
Sekarang…
hiduplah dengan lebih banyak syukur,
lebih banyak cinta,
dan lebih dekat kepada Tuhan.
Luwuk, 10 Maret 2026