PUISI : SUARA HATI SEORANG IBU
11 Feb 2026 | Oleh: Ridayati
Di balik senyum yang kupaksa tumbuh,
ada lelah yang sering kupeluk sendiri.
Malam-malam panjang menjadi saksi,
air mata jatuh tanpa suara,
agar pagimu tetap ceria, Nak.
Aku belajar kuat bukan karena ingin,
tapi karena hidup menuntutku berdiri.
Menjadi ibu, juga ayah dalam satu nama,
menyeka lukamu, menahan dukaku,
meski hatiku sering runtuh diam-diam.
Saat dunia bertanya, “Di mana pendampingmu?”
aku hanya menunduk dan tersenyum.
Tak semua luka perlu dijelaskan,
cukup Tuhan yang tahu
berapa kali aku hampir menyerah.
Dalam kekurangan, aku menanam harapan.
Dalam keterbatasan, aku merajut masa depanmu.
Doaku tak pernah lelah menyebut namamu,
karena kaulah alasan
aku bertahan sejauh ini.
Jika kelak kau besar dan mengerti,
ingatlah satu hal sederhana:
ibumu mungkin tak sempurna,
tapi cintanya utuh,
tak pernah terbagi, tak pernah pergi.
10 Pebruari 2026